Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Editorial Media Alamanah Jurnalis: Implementasi Kebijakan Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

| May 22, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-22T14:33:52Z


Alamanahjurnalis.com - Kediri - Setelah pasangan Prabowo-Gibran ditetapkan sebagai pemenang Pemilu 2024 oleh KPU, implementasi makan siang gratis dapat dipastikan bakal segera dipersiapkan.

Kementerian atau Badan Regulasi Nasional yang khusus membawahi program makan siang gratis penting untuk merealisasikan program yang menjadi program prioritas dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

Program ini menyangkut penggunaan anggaran yang besar dan prosesnya di lapangan yang tidak mudah sehingga harus ditangani secara serius. Hal ini dikarenakan melibatkan anggaran yang besar, distribusi, logistik dan monitoring yang tidak mudah, sehingga bisa dirasakan oleh anak-anak sekolah.

Dikutip dari kompas.com, implementasi kebijakan ini perlu mempertimbangkan minimal dua hal, yaitu standar asupan dan disparitas harga makanan antar wilayah. Supaya makan siang gratis tetap bisa dijalankan dengan anggaran yang efisien, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Anggaran yang disiapkan dalam APBN 2025 sebesar Rp. 15.000 per anak.
- Besar anggaran tahun pertama bagi anak sekolah, balita dan wanita hamil mencapai Rp. 100 triliun - Rp. 120 triliun.
- Tiga standar makanan yang dijadikan acuan kebijakan pemerintah yaitu empat sehat lima sempurna, gizi seimbang dan 2.100 kilo kalori (kkal).
Dengan tetap berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 41/2014, masing-masing wilayah bisa berbeda komposisi, sesuai komoditas lokal yang tersedia.

Gradasi kebutuhan anggaran juga dipertimbangkan untuk menekan potensi pemborosan dan sekaligus kekhawatiran orang tua tentang gizi anakpun tidak terganggu. 

Pemerintah dapat memastikan anak sekolah tidak mengalami gizi buruk dan mencegah stunting. Hal ini dikarenakan prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 sebesar 21,6 persen, sementara ambang batas yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen.

Penyelenggaraan program ini bisa melibatkan warung makan, supaya berdampak pada peningkatan kapasitas ekonomi lokal. Jika makan siang gratis bisa efisien, maka sisa anggaran bisa dimanfaatkan untuk menyisir masalah yang tersisa.

Program makan siang gratis Prabowo-Gibran ini kemungkinan besar akan menyasar daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) terlebih dahulu yang bisa diregulasikan melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT)

Penulis : Ninik Qurotul Aini
×
Berita Terbaru Update