Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MTA : Pahala Ber-qurban dan Bertakbir

| April 17, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-15T06:01:34Z


Alamanahjurnalis.com - Dalam Surah Al-Kautsar, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa kata Al-Kautsar memiliki makna nikmat yang sangat banyak, baik berupa ilmu, amal, maupun kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebagian ahli tafsir juga menafsirkan Al-Kautsar sebagai sungai di surga.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Al-Kautsar adalah sungai yang Allah janjikan kepadanya, yang airnya lebih manis dari madu, lebih putih dari susu, dan lebih dingin dari es. Bejana-bejananya terbuat dari perak, dan siapa yang meminum darinya tidak akan merasa haus selamanya.

Ayat ini juga mengandung perintah untuk mendirikan shalat dan melaksanakan ibadah qurban sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Menurut sebagian ulama, berqurban merupakan amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), bahkan ada pendapat yang mewajibkannya bagi muslim yang mampu. Orang yang mampu adalah mereka yang memiliki kelebihan harta setelah kebutuhan pokoknya terpenuhi.

Adapun hewan yang sah untuk dijadikan qurban adalah unta, sapi, dan kambing, baik jantan maupun betina, dengan syarat:
* Sehat dan tidak cacat
* Cukup umur (misalnya sapi minimal 2 tahun, kambing minimal 1 tahun)

Waktu penyembelihan qurban dimulai setelah pelaksanaan shalat Idul Adha hingga akhir hari tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah), dan tidak sah dilakukan sebelum shalat Id.

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Zubdatul Wa’idhin, qurban termasuk amalan yang dapat menyelamatkan pelakunya dari kebinasaan dunia dan akhirat, karena mengandung nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.

Editor: Ninik QA
×
Berita Terbaru Update