Alamanahjurnalis.com - Dalam Surat Fushshilat, Allah SWT berfirman : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan "Tuhan kami Allah", kemudian beristiqomah (meneguhkan pendirian-pendirian mereka tentang iman, melakukan kewajiban agama dan menjauhi larangan-larangan-Nya), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) : "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu, (di dunia lewat rasul-rasul-Nya). Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia (dengan mengilhamkan kebenaran dan kebaikan kepadamu), dan di akhirat (dengan pemberian syafaat dan kemuliaan), di mana kamu memperoleh apa yang kamu inginkan (dari segala kenikmatan) dan memperoleh pula yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Ayat dari Surat Fushshilat tersebut mengandung pesan yang sangat dalam tentang makna istiqomah—yaitu keteguhan dalam iman dan amal.
Secara ringkas, ada tiga inti pelajaran besar dari penjelasan tersebut:
1. Istiqomah adalah kunci ketenangan hidup
Orang yang berkata “Tuhan kami Allah” lalu benar-benar konsisten dalam keyakinan dan amalnya, akan mendapatkan ketenangan luar biasa. Bahkan disebutkan bahwa malaikat turun membawa kabar:
* Tidak perlu takut (tentang masa depan)
* Tidak perlu sedih (atas masa lalu)
* Bergembira dengan janji surga
Ini menunjukkan bahwa istiqomah bukan sekadar ibadah, tapi jalan menuju ketenangan jiwa.
2. Dua bentuk istiqomah: lahir dan batin
Penjelasan dalam kitab Durratunnasihin membagi istiqomah menjadi:
* Istiqomah lahiriyah
Terlihat dalam amal nyata: menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
* Istiqomah bathiniyah
Berupa kekuatan iman di dalam hati yang tidak goyah oleh keadaan apa pun.
👉 Keduanya harus berjalan bersama. Amal tanpa iman bisa goyah, dan iman tanpa amal belum sempurna.
3. Tanda-tanda orang istiqomah
Menurut Abullaits, ada 10 ciri yang sangat praktis dan relevan dalam kehidupan sehari-hari:
* Menjaga lisan dari ghibah
* Menghindari prasangka buruk
* Tidak merendahkan orang lain
* Menundukkan pandangan
* Berkata jujur dan adil
* Gemar bersedekah
* Tidak boros
* Tidak sombong
* Menjaga shalat lima waktu
* Berpegang pada sunnah
👉 Ini menunjukkan bahwa istiqomah bukan hal abstrak—tetapi tampak nyata dalam akhlak dan perilaku.
4. Tanda orang yang mulai sadar dari kelalaian
Empat sikap penting yang disebutkan:
* Dunia diurus secukupnya (tidak berlebihan)
* Akhirat dikejar dengan sungguh-sungguh
* Agama dipahami dengan ilmu
* Menasihati sesama dengan kasih sayang
Kesimpulan
Istiqomah adalah perpaduan antara:
Iman yang kuat di hati
Amal yang konsisten dalam kehidupan
Akhlak yang baik terhadap sesama
Dan balasannya bukan hanya di akhirat, tetapi juga ketenangan, bimbingan, dan perlindungan Allah sejak di dunia.
Editor: Ninik QA


