Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tips Mengelola Emosi dalam Menghadapi Anak saat Puasa

| February 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-28T04:02:41Z



Alamanahjurnalis.com - Selain tidak makan dan minum, menahan amarah adalah salah satu esensi dalam berpuasa. Namun, berhadapan dengan anak-anak bukan hal yang mudah bagi orang tua, apalagi saat berpuasa. Terkait hal ini, Psikolog Klinis Remaja dan Dewasa Nena Mawar Sari membagikan kiat bagi orang tua agar dapat meregulasi emosi dengan baik dalam menghadapi anak saat berpuasa, salah satunya dengan jeda dan menyadari kondisi emosi yang dirasakan.


"Biasanya dalam kondisi lapar, marah, kesepian kemudian kita merasa capek, emosi kita jadi mudah terpancing. Nah caranya adalah dengan berjeda dan tetap menyadari emosi kita itu bentuknya yang mana," kata Nena saat dihubungi, yang dikutip Sabtu (28/2/2026).


Nena menilai, kondisi emosi yang dirasakan orang tua bisa terjadi karena berbagai hal seperti lapar, marah, sendiri dan lelah atau hungry, angry, lonely, tired (HALT). Terlebih saat menjalankan ibadah puasa, kondisi ini kerap menyebabkan gula darah menurun sehingga lemas.


"Kita harus menahan lah emosi, emosional kita, belum lagi sibuk masak dan energi kita habis," jelasnya.


Dengan menyadari kondisi yang dialami, kata dia, diharapkan orang tua dapat mengambil tindakan seperti jeda, agar tindakan impulsif yang berpotensi akan disesali dalam waktu mendatang tidak terjadi.


"Jadi nggak apa-apa untuk mengatakan mama sedang capek, bisa nggak kita ngobrolnya nanti atau misalnya lihat gambarnya ya pada saat sudah istirahat dan lain sebagainya sehingga kita bisa menghindari tindakan impulsif," ujarnya.


Menurut Nena, hal lain yang juga dibutuhkan orang tua agar mendapatkan dukungan dalam mengasuh anak adalah dukungan emosional dan berbagi peran, sehingga tidak hanya ibu saja yang berperan dalam mengasuh anak.


Selain itu, berdialog dengan pasangan juga sebaiknya dilakukan untuk mengurangi hambatan atau menyelesaikan persoalan yang dialami orang tua, sehingga tidak ditanggung sendirian. Serta, penting untuk membicarakan mengenai peran-peran yang misalnya tidak seimbang dalam rumah tangga sehingga dapat menghadirkan jalan tengah yang tepat.


"Jadi setiap anggota keluarga hendaknya punya peran yang sama dan setara sesuai dengan kapasitasnya masing-masing," tandas Nena.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update