Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menag Siap Bangun Budaya Digital Beretika dan Beradab pada 13 Juta Siswa dan Santri

| March 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-30T03:07:55Z



Alamanahjurnalis.com - Dalam rangka mendukung implementasi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen untuk memperkuat literasi digital bagi 13 juta siswa dan santri yang berada di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan.


Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa implementasi PP TUNAS harus dibarengi dengan penguatan nilai dan literasi digital berbasis keluarga serta pendidikan keagamaan. Jadi, tidak hanya menyasar anak-anak, tapi juga orang tua dan lingkungan terdekatnya.


“Kita ingin ruang digital menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendidik bagi generasi muda. Karena itu, literasi digital harus diperkuat, tidak hanya pada anak, tetapi juga pada orang tua dan lingkungan terdekatnya,” kata Nasaruddin dalam keterangannya yang dikutip Minggu (29/3/2026).


Nasaruddin menyampaikan, Kemag akan mengoptimalkan peran madrasah, pesantren, serta penyuluh agama dalam membangun kesadaran kolektif tentang etika dan tanggung jawab bermedia digital.


“Kita memiliki lebih dari 13 juta siswa madrasah dan santri. Ini adalah kekuatan besar untuk membangun budaya digital yang beretika, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya. 


Melalui langkah tersebut, kata dia, Kemenag berharap, implementasi PP TUNAS dapat berjalan optimal dan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak, sekaligus memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendampingi generasi muda di era digital.


Kemudian, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar mengatakan, Kemenag memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga beretika dan berkarakter. Hal ini mengingat lebih dari 13 juta siswa dan santri berada dalam binaan Kemenag.


“Kami menyambut baik berlakunya PP Tunas. Ini menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital di kalangan siswa dan santri, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” kata Thobib dalam keterangannya..


Thobib menjelaskan, salah satu cara penguatan literasi digital dilakukan dengan mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Materi yang dapat diberikan berupa etika digital, kemampuan memilah informasi, serta penguatan nilai-nilai agama.


Kemudian, dia melanjutkan, Kemenag juga mengoptimalkan peran guru, penyuluh agama, pengelola pesantren, para dai dan khatib dalam memberikan edukasi digital kepada masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat guna menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.


“Literasi digital adalah bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Kami ingin memastikan siswa dan santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di ruang digital,” tegasnya.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update