Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengapa Peradaban Besar Tiba-Tiba Runtuh pada Tahun 1177 SM?

| March 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-28T23:41:54Z



Alamanahjurnalis.com — 1177 SM adalah penanda simbolis untuk masa ketika dunia kuno secara efektif berakhir bagi banyak masyarakat di dunia Mediterania. Banyak sejarawan terkemuka berpendapat bahwa bencana badai kemungkinan besar melanda wilayah Mediterania dan Timur Dekat selama era tersebut.


Sebelum akhir yang mendadak, Zaman Perunggu telah menjadi periode kemakmuran besar dan keterkaitan regional selama berabad-abad.


Kekaisaran-kekaisaran besar seperti Mesir kuno dan Mykenai membangun istana-istana besar. Kekaisaran besar itu memperdagangkan barang-barang mewah di seberang laut. Namun, situasinya berubah menjadi gelap ketika hampir setiap kota besar tiba-tiba terbakar habis.


Para sejarawan menyebut peristiwa itu sebagai Keruntuhan Akhir Zaman Perunggu. Penyebabnya tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia.


Bangsa Laut dan Perang


Prasasti kuno yang ditemukan di Medinet Habu di Mesir menggambarkan sebuah konfederasi perampok laut. Perampok laut itu dikenal sebagai Bangsa Laut (Sea Peoples) yang menyerbu daratan.


Ramses III mencatat bahwa ia berperang besar melawan Bangsa Laut pada tahun kedelapan pemerintahannya. Prasasti-prasasti tersebut menyatakan bahwa para penyerbu itu sangat tangguh.


Bangsa Laut dikatakan terdiri dari kelompok-kelompok seperti Peleset, Tjeker, Shekelesh, Denyen, dan Weshesh. Semuanya berasal dari wilayah Laut Mediterania. Bangsa Laut sering disalahkan atas runtuhnya perabadan besar. Meski demikian, kemunduran peradaban besar mungkin merupakan akibat dari masalah yang lebih besar daripada satu-satunya penyebab.


“Dan Bangsa Laut sendiri kemungkinan adalah pengungsi yang terpaksa bermigrasi untuk mencari tanah baru untuk dihuni,” tulis Matt Whittaker di laman The Collector.


Faktor Kekeringan dan Kelaparan


Beberapa hipotesis historis menunjukkan bahwa perubahan iklim mungkin memainkan peran penting dalam peristiwa akhir milenium kedua SM. Temuan arkeologis menunjukkan bahwa penurunan curah hujan yang tajam kemungkinan terjadi sekitar tahun 1200 SM. Data menunjukkan bahwa wilayah tersebut mengalami periode kering yang berlangsung selama tiga abad.


Sebuah surat yang ditemukan di arsip kota Ugarit yang terletak di Suriah modern, menyoroti parahnya situasi tersebut.


Dalam teks tersebut, Raja Ugarit, Ammurapi, menulis kepada Raja Alashiya. Ammurapi menulis bahwa kapal-kapal musuh telah tiba, kota-kotanya dibakar, dan pasukannya sendiri ditempatkan di tempat lain. Surat-surat lain yang ditemukan di arsip kota menggambarkan bagaimana kerajaan tersebut menghadapi kelaparan dan rakyat hampir mati.


Gempa Bumi dan Bencana Alam


Para ahli geologi dan arkeologi telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa serangkaian gempa bumi melanda Mediterania Timur antara tahun 1225 SM dan 1175 SM. Pola kehancuran di situs-situs seperti Mycenae, Tiryns, Midea, dan Troya menunjukkan bahwa badai gempa bumi mungkin telah terjadi. Badai gempa bumi terjadi ketika garis patahan mengalami penumpukan tekanan dari waktu ke waktu dan memicu serangkaian gempa bumi.


Kerusakan fisik pada kota-kota tersebut akan melemahkan pertahanan dan menyulitkan para pemimpin untuk mempertahankan kendali atas penduduk. Dinding runtuh dan bangunan yang hancur yang ditemukan di situs-situs tersebut. Temuan itu mendukung teori bahwa aktivitas seismik mungkin telah berkontribusi pada keruntuhan masyarakat.


Gangguan Jaringan Perdagangan


Keruntuhan tersebut kemungkinan juga merupakan akibat dari kompleksitas sistem internasional itu sendiri. Pada saat itu, peradaban Zaman Perunggu Akhir saling bergantung satu sama lain untuk sumber daya vital dan produksi perunggu. Misalnya, membutuhkan tembaga dan timah. Tembaga mudah didapatkan di pulau Siprus, tetapi timah harus diimpor dari lokasi yang jauh seperti Afghanistan.


Kemudian, pada saat jalur perdagangan terganggu oleh bajak laut atau penjajah, aliran barang akan terhenti. Gangguan dalam pasokan timah, misalnya, berarti bahwa tentara tidak dapat membuat senjata baru dan petani tidak dapat membuat alat baru.


Kegagalan satu bagian dari sistem akan menimbulkan efek domino. Kegagalan menyebabkan bagian-bagian lain juga gagal dan dengan demikian menyebabkan keruntuhan sistem.


Akibat Keruntuhan Peradaban Besar


Periode setelah keruntuhan sering disebut sebagai Zaman Kegelapan. “Banyak aspek budaya seperti seni menulis menghilang di banyak tempat,” tambah Whittaker. Seperti Yunani, di mana aksara Linear B tidak lagi digunakan. Butuh beberapa abad bagi wilayah tersebut untuk pulih dan bagi masyarakat baru untuk muncul.


Keruntuhan kekaisaran kuno juga menciptakan kekosongan kekuasaan yang memungkinkan kelompok-kelompok baru untuk naik ke tampuk kekuasaan. Bangsa Israel dan Fenisia, misalnya, mampu membangun diri mereka di Levant setelah kekacauan tersebut.


Sumber: nationalgeographic.grid.id

×
Berita Terbaru Update