Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Benarkah Al-Mahdi yang akan Merdekakan Palestina?

| October 23, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-10-23T11:07:34Z


Alamanahjurnalis.com - Dilansir dari republika.id, Rakyat Palestina terutama yang berada di jalur Gaza terus-menerus mendapat serangan bertubi-tubi dari militer Israel. Kendati demikian, semangat pejuang dan rakyat Palestina tak pernah sedikit pun berkurang untuk meraih kemerdekaannya.

Di sisi lain, umat Islam di berbagai belahan dunia terus memberi dukungan kepada warga Palestina. Beberapa negara termasuk Indonesia bahkan terus berupaya melakukan diplomasi agar perang dapat dihentikan dan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Palestina, terutama jalur Gaza.

Setiap Muslim yakin bahwa cepat atau lambat Palestina pasti akan meraih kemerdekaannya. Sebab kebatilan pasti akan terkalahkan oleh kebenaran. Sebesar dan sekuat apa pun Israel, pasti akan mengalami kekalahan.

Kemenangan umat Islam atas musuh-musuhnya termasuk Zionis Yahudi Israel yang terus memerangi bangsa Palestina telah dipastikan oleh Rasulullah. Cepat atau lambat, Israel pasti mengalami kehancuran.

Salah satu informasi tentang kemenangan umat Muslim itu adalah dari hadis yang diriwayatkan melalui jalur Abu Hurairah yang menjelaskan tentang pasukan-pasukan yang membawa bendera-bendera berwarna hitam. Mereka datang dari arah Khurasan dan menancapkannya di Ilya. Ada yang berpendapat bahwa pasukan itu akan dipimpin Imam Mahdi. Apakah ini berarti Palestina akan dimerdekakan oleh Imam Mahdi?

Berikut redaksi hadisnya:

 

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيِّ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخْرُجُ مِنْ خُرَاسَانَ رَايَاتٌ سُودٌ لَا يَرُدُّهَا شَيْءٌ حَتَّى تُنْصَبَ بِإِيلِيَاءَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Risydin bin Sa'ad dari Yunus dari Ibnu Syihab Az Zuhri dari Qabishah bin Dzu'aib dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Akan muncul dari negeri Khurasan beberapa bendera hitam, tidak ada yang dapat mengadangnya sama sekali sehingga ditancapkan di Iliya`." Hadis ini gharib (HR. Tirmidzi nomor 2195).


Redaksi lainnya:


حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ فِي حَدِيثِهِ قَالَ حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ قَبِيصَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ خُرَاسَانَ رَايَاتٌ سُودٌ لَا يَرُدُّهَا شَيْءٌ حَتَّى تُنْصَبَ بِإِيلِيَاءَ


Artinya: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ghailan dan Qutaibah bin Sa'id mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Risydin bin Sa'd, Yahya bin Sa'd menyebutkan dalam hadisnya; ia berkata, telah menceritakan kepadaku Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab dari Qobishoh dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Akan keluar bendera hitam dari Khurasan dan tidak ada yang bisa menahannya hingga dia ditancapkan di Iliya`." (HR Ahmad, 8420).

Hadis ini menjelaskan bahwa ashabu raayatis suud akan muncul dari negeri Khurasan. Mereka bergerak ke arah barat, menerjuni berbagai kancah pertempuran. Musuh-musuh berhasil mereka kalahkan satu persatu. Mereka akan terus meraih kemenangan sampai akhirnya berhasil menaklukkan Palestina dan menancapkan panji-panji kebebasan mereka di Lliya, yaitu Baitul Maqdis. (Lihat buku Renungan Akhir Zaman karya Abdur Rahman Al Wasithi dan Abu Fatiah Al Adnani, penerbit Quantum Media, 2008).

Syekh Abul 'Ala Muhammad Abdur Rahman Al Mabarkafuri dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Bi Syarhi Jami' at Tirmidzi ketika menjelaskan tentang hadis tersebut mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan tukhroju min khurkosaani rooyatun suudun adalah bendera-bendera, yaitu panji-panji yang dikibarkan pasukan perang yang berwarna hitam. Pasukan pembawa bendera hitam itu muncul dari arah Khurasan.

Diketahui bahwa Khurasan Raya juga dieja Khorasaan, Khurasan, dan Khurasaan adalah istilah modern untuk wilayah timur Persia kuno sejak abad ke-3. Khorasan Raya meliputi wilayah yang kini merupakan bagian dari Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

‏قَوْلُهُ : ( تَخْرُج مِنْ خُرَاسَانَ رَايَاتٌ ) ‏ ‏جَمْعُ رَايَةٍ وَهِيَ عَلَمُ الْجَيْشِ ‏ ‏( سُودُ ) ‏ ‏جَمْعُ أَسْوَدَ صِفَةُ رَايَاتٍ ‏ ‏( فَلَا يَرُدُّهَا شَيْءٌ ) ‏ ‏فَإِنَّ فِيهَا خَلِيفَةَ اللَّهِ الْمَهْدِيَّ

Artinya: kalimat tukhroju min khurkosaani rooyatun (Akan muncul dari negeri khurasan bendera ) berkumpul bendera, yaitu panji-panji pasukan perang. Suudun (hitam) jamak dari aswada yaitu sifatnya bendera-bendera. Falaa yuroduhaa syaiin (maka tidak ada yang dapat menghadangnya sama sekali) Karena sesungguhnya dalam kumpulan pasukan yang membawa bendera hitam itu terdapat khalifah Allah Al Mahdi (Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi Bi Syarhi Jami' at Tirmidzi).

Kemudian pasukan yang membawa panji-panji hitam itu dipimpin oleh Imam Mahdi yakni seorang Muslim yang beriman pilihan Allah yang akan memimpin umat Islam mengalahkan kezaliman di muka bumi. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Imam Mahdi itu memiliki garis nasab kepada Rasulullah. Imam Mahdi akan memimpin pasukannya menancapkan bendera di Baitul Maqdis yaitu Palestina.


إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّايَاتِ السُّودَ قَدْ جَاءَتْ مِنْ قِبَلِ خُرَاسَانَ فَأْتُوهَا فَإِنَّ فِيهَا خَلِيفَةَ اللَّهِ الْمَهْدِيَّ ‏ ‏( حَتَّى تُنْصَبَ ) ‏ ‏بِصِيغَةِ الْمَجْهُولِ أَيْ الرَّايَاتُ ‏ ‏( بِإِيلِيَاءَ ) ‏ ‏بِكَسْرِ الْهَمْزَةِ وَسُكُونِ التَّحْتِيَّةِ وَكَسْرِ اللَّامِ وَبِالْمَدِّ وَالْقَصْرِ مَدِينَةُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ


Bila kalian melihat bendera-bendera hitam yang datang dari arah Khurasan maka datanglah ke sana, karena sesungguhnya di dalam barisan pasukan tersebut ada khokifah Allah Al Mahdi. Hatta tunsibu (sehingga ditancapkan), yakni bendera-bendera itu. Bi ilyai (di Ilya) Kota Baitul Maqdis.

Oleh karena itu, sebagai Muslim harus tetap menancapkan keyakinan yang kuat bawa Palestina akan meraih kemerdekaan dan umat Islam meraih kemenangan. Kapan waktunya? Hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Wallahu a'lam. (nqa)
×
Berita Terbaru Update