Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peninggalan Kerajaan Kediri

| February 26, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-25T20:33:40Z


Alamanahjurnalis.com - Kediri - Kerajaan Kediri, Kediri disebut juga dengan Daha atau Panjalu adalah Kerajaan Hindu-Buddha yang terdapat di Jawa Timur, antara tahun 1042-1222 M. Kerajaan Kediri merupakan salah satu kerajaan hasil pembelahan yang juga didirikan Airlangga. Kerajaan ini merupakan Kerajaan Mataram Kuno. 

Wilayah Kerajaan Raja Airlangga dikenal sebagai Kahuripan dan pembagian kerajaan tersebut dilakukan Brahmana sakti bernama Empu Bharada. Kedua kerajaan tersebut dikenal sebagai Kerajaan Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri). Kerajaan ini dibatasi oleh Gunung Kawi dan Sungai Brantas,  seperti tertuang dalam kitab Mahaksubya (1289 M), kitab Negarakertagama (1365 M), dan serat Calon Arang (1540 M). 

Kerajaan Kediri berpusat di Daha, atau sekitar Kota Kediri sekarang. Pusat Kerajaan Kediri tersebut terletak di tepi Sungai Brantas, yang masa itu sudah menjadi jalur pelayaran yang ramai. Masa kejayaan Kerajaan Kediri terjadi pada kepemimpinan Jayabaya yang dikenal dengan kepemimpinan politik dan ramalan-ramalannya yang dibukukan dalam Jongko Joyoboyo, serta sikap merakyat dan visi Jayabaya yang jauh ke depan membuatnya dikenang. 

Runtuhnya Kerajaan Kediri terjadi pada masa kekuasaan Raja Kertajaya. Pada tahun 1222 M, Kertajaya dianggap telah melanggar agama dan memaksa Brahmana menyembahnya dan menganggapnya sebagai Dewa. Kaum Brahmana lalu meminta perlindungan Ken Arok yang bercita-cita memerdekakan Tumapel kekuasaan Kediri mencetuskan perang antara kerajaan Kediri dan Tumapel di dekat desa Ganter. Keberhasilan Ken Arok mengalahkan Kertajaya menandai runtuhnya Kerajaan Kediri yang kemudian menjadi kekuasaan Tumapel atau Kerajaan Singosari. 

Prasasti-prasasti Kerajaan Kediri, di antaranya, yaitu :
1. Kitab Arjuna Wiwaha, karangan Empu Kanwa yang isinya tentang perkawinan antara Raja Airlangga dengan putri dari kerajaan Sriwijaya. 
2. Prasasti Turun Hyang II (1044 M), memberitakan adanya perang saudara antara Jenggala dan Kediri sepeninggal Raja Airlangga. 
3. Prasasti Sirah Keting (1104 M) berisi pemberian hadiah pada rakyat oleh Raja Jayawarsa. 
4. Kitab Lubdhaka, masyarakat Kediri tidak menganut sistem kasta, bahwa tinggi rendahnya martabat seseorang tidak ditentukan oleh dasar keturunan dan kedudukan, tetapi berdasarkan tingkah lakunya. 
5. Prasasti Tulungagung dan Kertosono (1117-1130 M), berisi masalah keagamaan yang ditulis Raja Bameswara. 
6. Prasasti Ngantang (1135 M), menerangkan pemberian hadiah pada rakyat Ngantang yaitu berupa sebidang tanah yang telah dibebaskan pajaknya oleh Raja Jayabaya. 
7. Prasasti Jaring, memuat nama seperti Kebo Warugo dan Tikus Jinada. 
8. Prasasti Kamula, menerangkan keberhasilan Raja Kertajaya memerangi musuh-musuhnya di Katang.
9. Kitab Pararaton (1222 M), mengisahkan runtuhnya Kerajaan Kediri yang terjadi pada masa kekuasaan Raja Kertajaya. 
10. Situs Tondowongso (2007 M) di Desa Gayam, Gurah, Kediri, merupakan kompleks candi besar yang dibangun pada abad ke-11 pada masa awal berdirinya kerajaan Kediri. Sejumlah arca kuno ditemukan yang tergolong langka karena untuk pertama kalinya ditemukan patung Dewa Siwa Catur Muka atau bermuka empat. 
11. Candi Penataran juga termasuk sebagai salah satu peninggalan kerajaan Kediri. Candi ini disebut juga Candi Palah dalam kitab Negarakertagama,  yang dibangun pada abad 12 pada masa pemerintahan Raja Srengga. 

Dikutip dari : 
- gramedia.com
- detik.com
- parboaboa.com
- cnnindonesia.com

Editor : Ninik Qurotul Aini
×
Berita Terbaru Update