Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringatan HPN 2024, Menjaga Integritas dan Demokrasi di Indonesia

| February 08, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-08T15:49:18Z



Alamanahjurnalis.com - Kediri - Hari Pers Nasional jatuh pada tanggal 9 Februari, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional (HPN). Penetapan ini mempunyai maksud untuk memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (HUT PWI), yang terbentuk sejak tahun 1946.

Pada HPI ke-78 2024, peringatan akan dilaksanakan di DKI Jakarta dengan tema yang berkesinambungan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Tema HPN ke-78 2024 ialah mengawal transisi kepemimpinan nasional dan menjaga keutuhan bangsa. 

Sebagai pengelola dan aktor penyelenggara, media diharapkan senantiasa berpegang pada nilai  luhur Pancasila, agama dan kebudayaan luhur bangsa sebagai pondasi nilai utama dalam menjalankan peran, proses demokrasi, politik, bahkan ekonomi dan budaya Indonesia. 

Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 menegaskan pentingnya sikap berpihak kepada publik dalam empat fungsi media yaitu memberikan informasi, edukasi, hiburan dan menjalankan fungsi kontrol sosial. 

Dalam peringatan HPN ke-78 2024 ini, insan pers diharapkan memberikan pandangan yang tidak bias dan dapat memberikan pandangan yang tidak partisan di tengah situasi menjelang pemilihan umum dan legislatif. Perusahaan pers tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga harus peduli pada masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Seorang pemimpin haruslah kompeten secara substansial dan memiliki moral serta integritas yang tinggi. Rumusan yang lebih berpihak kepada kepentingan publik sesuai dengan amanat Undang-Undang Pers. Dalam persiapannya untuk kontestasi politik dan peringatan Hari Pers Nasional tentang netralitas media, wartawan dan organisasi. 

Dalam memilih, kita harus mengacu kepada pola kepemimpinan Rasulullah yaitu shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya dan diandalkan), fathanah (cerdas, berpengetahuan) dan tabligh (berkomunikasi, komunikatif). 

Pemimpin yang baik menurut pandangan Islam adalah yang melaksanakan program kebaikan dan bermental baik, sesuai dengan perintah Allah, yaitu visi dan misi capres-cawapres dan anggota legislatif. 

Pimpinan media diharapkan untuk mengingatkan pentingnya setiap pemilih untuk aktif menggunakan hak pilihnya agar demokrasi dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

Penulis : Ninik Qurotul Aini (Pimred Media Alamanah Jurnalis)
×
Berita Terbaru Update