Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Editorial : Presiden Terpilih Prabowo dalam Qatar Economic Forum

| May 17, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-17T09:01:15Z


Alamanahjurnalis.com - Kediri - Presiden Terpilih Prabowo menghadiri Forum Ekonomi Qatar yang diselenggarakan sejak 14-16 Mei 2024 di Doha. Pertemuan ini dilakukan setelah Prabowo bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi, Selasa (14/14/2024). 

Seperti dikutip dari cnnindonesia.com, dalam tanya-jawab di tayangan Youtube Bloomberg Live (16/5), Alamanahjurnalis.com menyajikan editorial sebagai berikut :

1. Alasan Prabowo menjadi presiden

Prabowo menyatakan kesedihannya melihat banyak warga RI yang hidup sangat miskin, padahal Indonesia merupakan negara anggota forum internasional G20 yang beranggotakan 20 negara maju dan berkembang. 

Kondisi inilah yang menjadi alasan Prabowo terpanggil untuk menjadi presiden, bahkan berkali-kali ikut Pilpres. Prabowo ingin memberikan kontribusi dengan wawasan, pengalaman dan kepemimpinannya untuk memperbaiki kehidupan masyarakat Indonesia. 

2. Gaya kepemimpinan Prabowo

Prabowo mengaku telah meminta mandat dari rakyat Indonesia melalui pemilihan umum sebanyak empat kali, baru di Pemilu ke empat yang berlangsung pada Februari 2024, Pasangan Prabowo-Gibran menang, yang berarti menyetujuinya untuk menjadi presiden. Prabowo mempertanyakan apabila ada yang khawatir soal demokrasi dan menegaskan bahwa setiap negara punya kultur dan karakteristik masing-masing. 

Prabowo mengatakan keinginannya untuk warisan yang ingin dijalaninya yaitu reputasi yang baik dan nama yang baik dalam sejarah negara Indonesia, dengan gaya kepemimpinan sebagai seorang patriot yang nilai utamanya pada kesejahteraan rakyat. 

3. Sumber anggaran makan siang gratis

Prabowo menjawab soal dana untuk program makan siang gratis, yaitu akan diambil dari refocusing anggaran yakni program yang tidak penting akan diundur dan dananya dialihkan ke makan siang dan susu gratis. Tim Kampanye Nasional (TKN) menyebut program  makan siang anak gratis memerlukan Rp. 120 triliun untuk tahun pertama dan akan dibiayai APBN. Hal ini berkaitan dengan masalah efisiensi, tata kelola, administrasi dan manajemen yang baik, kemudian berkonsentrasi  pada pengelolaan sumber daya alam. 

Prabowo menyatakan program barunya tak akan membuat defisit anggaran melebur lebih dari 3 persen karena pemerintahannya akan mengelola fiskal dengan hati-hati. Di samping itu, Prabowo akan menghilangkan segala bentuk kecurangan yang ada di Tanah Air, seperti korupsi dan pemborosan dengan perbaikan tata kelola pemerintahan. 

4. Prioritas program Prabowo di awal pemerintahan

Konsentrasi pada tahun-tahun pertama pemerintahan Prabowo adalah pada pertanian, pangan, produksi pangan, distribusi pangan dan energi. Dengan asumsi, apabila pemerintah berhasil menciptakan bahan bakar sendiri, utamanya dari sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, maka penghematan besar akan terjadi. Sehingga, anggaran import minyak yang sangat tinggi bisa digunakan untuk program lainnya yang lebih dibutuhkan. 

Hilirisasi dan swasembada pangan hingga energi ini dinilai sebagai kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. 

5. Prabowo akan melanjutkan proyek IKN

Alasan pemindahan ibu kota ke IKN adalan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh negeri yang tak hanya berpusat di Jawa tapi juga di luar Jawa dalam beberapa tahun ke depan yang memakan waktu 10-15 tahun. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mampu membiayai pembangunan IKN, yang proyek pemindahan di era pemerintahannya.

Dengan perhitungan bahwa membutuhkan 25 tahun hingga 30 tahun untuk menyelesaikan modal. Dengan US$ 30 miliar selama 30 tahun yang berarti US$ 1 miliar, anggaran Indonesia bisa memenuhi itu. Tahap awal IKN menggunakan uang negara dan setelah infrastuktur dasar terbangun, investasi  asing akan masuk kemudian. 

Editor : Ninik Qurotul Aini
×
Berita Terbaru Update