Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MTA : Keterangan Rezeki

| April 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-15T04:13:47Z


Alamanahjurnalis.com - Dalam Surat Hud, Allah SWT menegaskan jaminan rezeki bagi seluruh makhluk-Nya:
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat menyimpannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

Ayat ini mengandung pesan mendalam tentang keyakinan (iman) dan sikap tawakal kepada Allah SWT dalam urusan rezeki.

Kisah Imam Zahidi: Menguji Keyakinan Rezeki

Dikutip dari Kitab Durratunnasihin karya H. Salim Bahreisy, diriwayatkan sebuah kisah tentang Imam Zahidi yang ingin mempertebal keyakinannya terhadap jaminan rezeki dari Allah.

Beliau meninggalkan kota dan pergi ke sebuah gunung, lalu berdiam diri di dalam gua. Dalam hatinya, ia berkata ingin melihat bagaimana Allah memberikan rezeki kepadanya di tempat terpencil tersebut.

Tak lama kemudian, datanglah rombongan kafilah yang tersesat dan berlindung di gua karena hujan deras. Mereka melihat Imam Zahidi dalam keadaan diam dan tidak merespons. Mengira beliau kedinginan dan kelaparan, mereka menyalakan api serta menyuguhkan makanan.

Namun, Imam Zahidi tetap diam dan tidak menyentuh makanan itu. Hingga akhirnya, dua orang dari rombongan tersebut dengan terpaksa membuka mulutnya dan menyuapkan makanan. Saat itulah Imam Zahidi tersenyum dan tertawa.

Ketika ditanya apakah ia gila, beliau menjawab:
“Tidak. Aku hanya ingin melihat bagaimana Allah memberiku rezeki. Kini aku yakin sepenuhnya bahwa Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya di mana saja dan dalam keadaan apa saja.”

Empat Macam Tawakal Menurut Ulama

Seorang ulama besar, Hatim Al-Asham, menjelaskan bahwa tawakal terbagi menjadi empat macam:
1. Tawakal kepada sesama makhluk
2. Tawakal kepada harta benda
3. Tawakal kepada kekuatan dan kesehatan tubuh
4. Tawakal sejati, yaitu bersandar sepenuhnya kepada kekuasaan Allah SWT

Menurutnya, tiga jenis tawakal pertama adalah ciri orang yang belum sempurna pemahamannya. Sedangkan tawakal yang hakiki adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan keyakinan penuh akan perlindungan-Nya.

Keseimbangan Tawakal dan Ikhtiar

Meski demikian, para ulama juga menegaskan bahwa tawakal tidak berarti meninggalkan usaha. Seseorang yang masih memiliki kemampuan bekerja tidak diperbolehkan untuk meminta-minta, kecuali dalam kondisi tertentu seperti menuntut ilmu secara penuh.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, tawakal harus berjalan seiring dengan ikhtiar (usaha), bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan.

Penutup

Kisah Imam Zahidi memberikan pelajaran penting bahwa rezeki adalah hak prerogatif Allah SWT. Namun, keyakinan tersebut harus diiringi dengan sikap bijak: tetap berusaha, tetapi hati bersandar penuh kepada-Nya.

Editor : Ninik QA


×
Berita Terbaru Update