Alamanahjurnalis.com – Dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rum, Allah SWT memberikan peringatan tegas tentang kondisi bumi akibat ulah manusia. Dalam ayat tersebut disebutkan:
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar."
Ayat ini menegaskan bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di bumi, baik di daratan maupun di lautan, tidak lepas dari perbuatan manusia itu sendiri. Tujuannya adalah sebagai peringatan agar manusia kembali kepada jalan yang benar.
Awal Kerusakan Menurut Ulama
Dikutip dari kitab Durratunnasihin, disebutkan bahwa kerusakan di darat pertama kali terjadi sejak peristiwa pembunuhan Habil oleh saudaranya Qabil. Sementara kerusakan di laut dikaitkan dengan kekuasaan seorang raja zalim bernama Jalandi yang merampas kapal-kapal di lautan secara paksa.
Bahaya Membiarkan Kemungkaran
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa terdapat tujuh puluh laknat yang diturunkan pada suatu tempat yang di dalamnya ada orang meninggalkan shalat. Ketika ditanya mengapa laknat tersebut menimpa seluruh penghuni tempat itu, dijelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena mereka melihat kemungkaran tetapi tidak mencegahnya.
Ini menjadi pelajaran penting bahwa sikap diam terhadap kemaksiatan dapat mengundang azab secara kolektif.
Pesan Mendalam dalam Hadis Qudsi
Dalam hadis qudsi, Allah SWT memberikan peringatan penuh makna kepada manusia:
* Hari kiamat akan menampakkan semua amal
* Catatan amal akan mengungkap segala yang tersembunyi
Allah juga mengingatkan agar manusia:
* Tidak meremehkan dosa sekecil apapun
* Tidak melihat kecilnya rezeki, tetapi melihat siapa yang memberi
* Tidak merasa aman dari murka Allah
Selain itu, manusia diajak untuk introspeksi diri:
* Apakah sudah menunaikan amanah?
* Sudahkah berbuat baik kepada orang yang menyakiti?
* Sudahkah memaafkan orang yang menzalimi?
* Sudahkah menyambung silaturahmi yang terputus?
* Sudahkah berlaku adil dan mencari ilmu kepada ulama?
Allah SWT menegaskan bahwa yang dinilai bukanlah rupa atau bentuk fisik manusia, melainkan hati, niat, dan amal perbuatannya.
Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW
Dalam kitab Tanbihul Ghafilin, diriwayatkan bahwa Nabi Adam menyebutkan empat keistimewaan umat Nabi Muhammad, yaitu:
1. Taubat umat Nabi Muhammad dapat diterima di mana saja, tidak terbatas pada satu tempat
2. Saat bermaksiat lalu bertaubat, Allah masih menutup aib mereka
3. Meski bermaksiat, hubungan suami istri tidak langsung dipisahkan
4. Umat Nabi Muhammad berpeluang masuk surga selama mau bertaubat.
Ajakan untuk Kembali ke Jalan yang Benar
Pesan-pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh umat manusia bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Kerusakan di bumi bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga cerminan dari perilaku manusia.
Dengan memperbaiki diri, memperkuat iman, dan saling mengingatkan dalam kebaikan, diharapkan manusia dapat kembali kepada jalan yang diridhai Allah SWT.
Editor : Ninik QA


