Surabaya, Almanakjurnalis.com —
Kondisi jalan berlubang dinilai masih menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah. Koordinator Nasional 2 Wilayah (Korwil) Jawa Dwipa Pelita Prabu, M. Ng. Djoko Kariyono, S.Pd., C.Par, mengatakan kerusakan infrastruktur jalan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Menurut Djoko, meskipun faktor manusia kerap disebut sebagai penyebab utama kecelakaan, kondisi jalan yang rusak tidak dapat diabaikan. Lubang di jalan sering memicu pengendara kehilangan kendali saat menghindar secara mendadak.
“Jalan berlubang menambah persentase kecelakaan lalu lintas. Pengendara sering melakukan manuver tiba-tiba karena kondisi jalan yang tidak layak,” kata Djoko, Selasa (06/01/2026).
Djoko menjelaskan, jalan rusak dan berlubang umumnya disebabkan oleh buruknya sistem drainase, kualitas konstruksi yang rendah, serta tingginya volume kendaraan berat. Saat musim hujan, lubang jalan sering tertutup genangan air sehingga sulit dikenali oleh pengendara.
Kondisi tersebut semakin berbahaya pada malam hari akibat minimnya penerangan dan keterbatasan jarak pandang. Akibatnya, pengendara tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar dan risiko kecelakaan pun meningkat.
Selain mengancam keselamatan, jalan berlubang juga menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Biaya perbaikan kendaraan meningkat, distribusi barang terhambat, serta mobilitas warga menjadi tidak efisien.
Djoko menilai, kecelakaan akibat kondisi jalan rusak sering kali tidak tercatat secara spesifik dalam data resmi. Padahal, dampaknya dirasakan langsung oleh pengguna jalan setiap hari.
Sementara itu, pemerintah menyatakan terus melakukan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur jalan melalui program rutin, terutama di titik-titik rawan kecelakaan. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk melaporkan jalan rusak agar dapat segera ditangani.
Pemasangan rambu peringatan serta perbaikan sementara dilakukan sambil menunggu penanganan permanen. Namun, pemerintah mengakui bahwa faktor cuaca, keterbatasan anggaran, serta beban kendaraan menjadi tantangan dalam menjaga kualitas jalan.
Sebagai Korwil Jawa Dwipa Pelita Prabu, Djoko Kariyono menegaskan pentingnya perbaikan jalan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar tambal sulam.
“Keselamatan lalu lintas harus menjadi prioritas utama. Infrastruktur jalan yang layak akan menekan angka kecelakaan dan mempelancar pembangunan serta melindungi masyarakat,” ujarnya.
M. Ng. Djoko Kariyono, S.Pd., C.Par adalah Koordinator Nasional 2 Wilayah Jawa Dwipa Pelita Prabu. Ia aktif mengadvokasi isu keselamatan lalu lintas, kualitas infrastruktur, dan pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu wujud Pembangunan. (*)

