Alamanahjurnalis.com - Jakarta - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Ace Hasan Syadzily mengatakan dibutuhkan penguatan ekonomi dan hukum untuk mencapai ketahanan nasional.
“Tanpa ekonomi dan hukum yang kuat, ketahanan nasional akan sulit dicapai secara berkelanjutan,” kata Ace saat memberikan kuliah umum dalam acara "Lemhannas Goes to Campus" di Institut Syekh Abdul Halim Hasan (INSAN) Binjai, seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Ace melanjutkan, pada sektor ekonomi, ada dua hal yang mempengaruhi kondisi ketahanan nasional bangsa, yaitu stabilitas dan kemandirian ekonomi.
Dengan kemandirian ekonomi, sebuah negara mampu mengurangi ketergantungan pada impor barang, khususnya pangan dan energi sehingga tidak mudah diintervensi oleh bangsa lain.
Sedangkan pada sektor hukum, kepastian hukum dan diplomasi multilateral harus diperkuat untuk mencapai ketahanan nasional yang berkelanjutan.
“Kepastian hukum adalah prasyarat mutlak untuk menarik investasi asing, keberlanjutan pembangun ekonomi, pengelolaan sumber daya alam yang adil, dan penegakan HAM yang terpercaya,” ucap Ace.
Kemudian hukum dan diplomasi multilateral mampu memperkuat legitimasi Indonesia di arena global dan tidak terjebak dalam dominasi kekuatan besar.
Meski demikian, di era dinamika geopolitik dunia yang terus berubah dengan cepat, Ace menilai ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi untuk memperkuat sektor ekonomi dan hukum yang kuat.
Tantangan yang dihadapi antara lain korupsi, investasi asing, kualitas sumber daya manusia (SDM) dan keterbukaan perdagangan.
Dengan berhasil menghadapi tantangan tersebut, Ace yakin Indonesia akan memiliki ketahanan nasional yang stabil.
Sumber: jogja.antaranews.com

