Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mulai Februari 2026, BEI Bakal Publikasi Data Kepemilikan Saham di Bawah 5 Persen

| February 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T02:25:03Z


Alamanahjurnalis.com - Dalam komitmen peningkatan transparansi di pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempublikasi data kepemilikan saham di bawah 5 persen pada perusahaan tercatat (emiten), yang akan dimulai pada awal Februari 2026. 


"Kami akan meningkatkan lagi disclosure data kepemilikan saham secara lebih transparan, termasuk untuk data kepemilikan saham atau shareholder share di bawah 5 persen, sehingga akan setara dengan bursa-bursa global lainnya. Kami akan melaksanakan ini di awal Februari 2026," kata Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).


Kemudian, Jeffrey melanjutkan, BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan meningkatkan klasifikasi tipe investor dengan lebih detil, sehingga kejelasan atas investor yang bertransaksi di pasar modal Indonesia akan lebih jelas dan komprehensif.


"Untuk meningkatkan tipe investor dari yang saat ini sembilan kategori SID, akan disesuaikan dengan Global Best Practice. Maka, kami akan menambahkan kategori lain dalam klasifikasi investor sesuai dengan kategori yang diharapkan oleh MSCI. Ini mencakup klasifikasi seperti SWF, PE (Private Equity), Investment Advisor, Discretionary Fund, dan lain-lain," ujarnya.


Jeffrey pun memastikan, BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) akan mulai melakukan sosialisasi kepada pelaku pasar mulai pekan depan, dan meminta pelaku pasar, kustodian bank, serta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan remapping atas kebutuhan klasifikasi investor tersebut.


"Kami harapkan proses ini akan dapat diselesaikan paling lambat April tahun 2026, sebelum timeline yang ditetapkan oleh MSCI," ucapnya. 


Selain itu, kata dia, pihaknya memastikan BEI akan terus melakukan sosialisasi terkait perkembangan terkini dan langkah strategis yang diambil kepada seluruh pelaku pasar, baik domestik maupun asing, sebagai upaya memberikan kejelasan dan memberikan kepastian terhadap iklim investasi di pasar modal Indonesia.


Jeffrey menjelaskan, langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan bobot saham-saham di Indonesia, supaya masuk dalam konstituen indeks global. Seiring masuknya saham-saham Indonesia ke dalam konstituen indeks global, maka akan mendorong investor asing masuk kembali ke pasar saham Indonesia.


"Apa yang akan kami lakukan untuk melakukan pendalaman dari sisi demand, khususnya agar lebih banyak lagi investor asing masuk dengan penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen global," jelasnya.


Ia pun memastikan operasional BEI akan tetap berjalan normal tanpa ada gangguan apapun, yang meliputi kesiapan sistem perdagangan, pelayanan kepada seluruh stakeholders, serta proses pengambilan keputusan berjalan.


Dari sisi pendalaman pasar, Jeffrey memastikan BEI terus menjalin komunikasi dengan penyedia indeks global, termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI).


"Dalam konteks pendalaman pasar, dari sisi demand, khususnya bagaimana mendatangkan lebih banyak investor global. Kami sudah menampung banyak concern dari global index provider, dan kami sudah berkomunikasi dengan beberapa index provider. Minggu lalu kami juga berkomunikasi dengan FTSE, dan besok kami akan berkomunikasi lagi dengan MSCI," kata Jeffrey.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update