Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapan Nuzulul Qur'an 2026? Ini Sejarah dan Cara Menghidupkan Malamnya

| March 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T15:10:52Z



Alamanahjurnalis.com - Umat Muslim di seluruh dunia kini bersiap menyambut salah satu peristiwa paling bersejarah dalam peradaban Islam, yaitu malam Nuzulul Qur’an. Di Indonesia, peringatan malam turunnya Al-Qur’an pada 17 Ramadan tahun ini jatuh pada Jumat (6/3/2026) malam Sabtu.


Momen ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pengingat sakral tentang titik awal transformasi dunia melalui wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. di Gua Hira.


Sejarah di Balik Turunnya Mukjizat Terbesar


Nuzulul Qur’an menandai peristiwa agung ketika Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kepada Rasulullah saw. saat beliau sedang bertafakur. Landasan utama peristiwa ini tertuang dalam firman Allah Swt. pada Surat Al-Baqarah ayat 185:


“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)


Wahyu pertama yang diterima Nabi adalah lima ayat dari Surat Al-‘Alaq, sebuah seruan bagi umat manusia untuk memuliakan ilmu pengetahuan:


“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)


Cara Menghidupkan Malam Nuzulul Qur’an


Mayoritas ulama berpendapat bahwa meski Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun, awal permulaannya terjadi di bulan Ramadan yang penuh berkah. Bahkan, peristiwa ini erat kaitannya dengan Lailatul Qadar, sebagaimana firman Allah:


“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)


Untuk menghidupkan malam istimewa ini, umat Islam diajak untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Tidak perlu merasa berkecil hati jika belum mahir membaca, sebab setiap usaha mendapatkan apresiasi besar di sisi Allah. Hal ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah saw.:


“Orang yang membaca Al-Qur’an dan mahir dalam membacanya, maka dia akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari No. 4937, Muslim No. 798)


Menjadikan Al-Qur’an Solusi Hidup


Di tengah hiruk-pikuk masalah dunia, Nuzulul Qur'an mengingatkan bahwa solusi kehidupan sebenarnya sudah tersedia di dalam mushaf. Sebagaimana janji Allah dalam Surat Al-Isra’ ayat 9:


“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’: 9)


Selain tilawah (membaca), implementasi nyata dalam bentuk amal sosial juga menjadi kunci. Ibadah ritual harus berjalan selaras dengan kepedulian sosial, sesuai perintah-Nya:


“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)


Peringatan Nuzulul Qur’an 2026 menjadi ajakan bagi kita semua untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dan panduan harian, bukan sekadar pajangan di rak buku. Mari kita manfaatkan Jumat malam besok sebagai momentum refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update