Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prabowo Putuskan Indonesia Bertahan di BoP, Komisi I DPR: Jangan Tergesa-gesa

| March 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-17T21:44:29Z


Alamanahjurnalis.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menanggapi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan Indonesia tetap bertahan sebagai anggota Board of Peace (BoP). Dave mengingatkan presiden agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan sampai memahami situasi geopolitik hari ini.


"Keputusan untuk mengambil itu kan berarti Presiden melihat bahwa kita jangan tergesa-gesa untuk mengambil suatu kebijakan sampai dengan kita benar-benar memahami situasinya sejauh mana," ujar Dave di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (17/3/2026).


Dave meyakini, Presiden Prabowo telah melewati berbagai pertimbangan untuk bertahan di BoP.


"Walaupun sekarang ini belum ada pergerakan lebih jauh lagi, akan tetapi kita tetap fokus untuk bagaimana bisa menyejahterakan dan memerdekakan bangsa Palestina dari jajahannya sehingga mereka menjadi suatu bangsa yang layak di antara umat manusia," ucapnya.


Dave pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Prabowo untuk menentukan kebijakan keberadaan Indonesia di BoP, meski banyak dorongan agar Indonesia keluar dari keanggotaan BoP.


"Tapi kita serahkan kepada Presiden untuk menentukan kebijakan karena beliau yang lebih paham, baik antara komunikasi dengan para kepala negara dan juga arah depan BOP itu seperti apa," ujar politikus Golkar ini.


Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun. Ia menegaskan Indonesia secara konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, sesuai Undang-Undang Dasar 1945, yaitu tidak memihak blok kekuatan manapun dan aktif menciptakan perdamaian dunia.


Hal ini disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang terbit dengan judul "Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis".


"Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun," kata Prabowo dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah, Senin (16/3/2026).


Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada kekuatan negara lain. Karena itu, Indonesia pun harus membangun kekuatan pertahanan yang kuat.


"Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun," ujar Prabowo.


Kepala Negara menambahkan, Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangga dan memiliki postur militer yang bersifat defensif.


Terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS), Prabowo kembali menjelaskan bahwa tujuan Indonesia adalah kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).


"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," Prabowo menerangkan.


Namun, Prabowo menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, dan semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.


Untuk penyelesaian konflik AS-Iran, Prabowo telah mengajukan diri sebagai mediator. Konflik ini telah menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia. Menurut Prabowo, semua pihak harus bersedia berdialog untuk mengakhiri konflik.


"Saran saya selalu mencari opsi damai," tutupnya.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update