Alamanahjurnalis.com - Dukungan global terhadap Palestina dinilai mengalami perubahan arah, dari dinamika konflik regional menjadi gerakan yang semakin menitikberatkan pada isu kemanusiaan. Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menyampaikan pandangan tersebut dalam acara Solidarity in Harmony #PelukPalestina yang digelar Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) di Sanctuary Auditorium Menara Kuningan, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Anis menjelaskan, perkembangan dukungan terhadap Palestina melalui beberapa fase. Menurut dia, gelombang solidaritas tersebut kini semakin menonjolkan pertentangan antara nilai kemanusiaan dan tindakan yang bertentangan dengan nilai tersebut.
“Dinamika dukungan ini melintasi tiga gelombang: dimulai dari gelombang Arab vs Israel, lalu akhir 1980-an bertransformasi menjadi gelombang Islam vs Zionis, dan dalam tiga tahun terakhir bertransformasi menjadi gelombang kemanusiaan melawan anti-kemanusiaan,” ujar Anis dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Oktober 2026.
Pandangan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi, konsolidasi, dan penggalangan dana untuk Palestina. Acara itu diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai unsur, termasuk perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), donatur IZI, lembaga mitra, serta penggemar grup musik Raihan dan penyanyi Raim Laode.
Dalam kegiatan tersebut, IZI mengumumkan donasi yang terkumpul telah melampaui Rp2 miliar. Dana tersebut akan disalurkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan bagi masyarakat Palestina.
Direktur Utama LAZNAS IZI Wildhan Dewayana menegaskan krisis di Palestina membutuhkan respons nyata dan keterlibatan berbagai pihak. Ia menyebut IZI bersama jejaring Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) siap memobilisasi bantuan untuk mendukung warga terdampak.
“Kami menegaskan, LAZNAS IZI bersama ratusan Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) berada dalam kondisi standby dan siap memobilisasi bantuan apa pun. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga agar isu Palestina terus ‘berisik’, jangan sampai algoritma arus utama menutup isu ini,” terangnya.
Wildhan menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Solidarity in Harmony #PelukPalestina di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Menurut IZI, dana yang terkumpul akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan, antara lain bantuan pangan, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, santunan anak yatim, dan sekolah darurat bagi warga Palestina.
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi berbagai pihak untuk mendukung program kemanusiaan. Sejumlah tokoh dan pimpinan lembaga membubuhkan cap tangan pada layar panggung sebagai simbol Komitmen Kolaborasi Aksi Konkret Program Palestina.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia HE Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari menyoroti pentingnya mempertahankan akses pendidikan bagi anak-anak Palestina di tengah kerusakan fasilitas pendidikan, terutama di Gaza.
“Meski hampir seluruh sekolah dan universitas di Gaza hancur, kita berdiri bersama di sini untuk memastikan pendidikan tetap hadir bagi anak-anak di Tepi Barat dan Gaza,” tutur Dubes Alsattari.
Pernyataan tersebut menyoroti pendidikan sebagai salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam upaya kemanusiaan bagi Palestina. Selain bantuan untuk kebutuhan dasar, keberlangsungan pendidikan menjadi perhatian agar anak-anak tetap memiliki kesempatan belajar.
Dalam acara yang sama, IZI juga memperkenalkan secara terbatas Palestina Games, permainan papan edukatif bertema #PelukPalestina. Permainan tersebut dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal fakta dan kondisi Palestina melalui pendekatan edukatif.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menilai dukungan bagi Palestina perlu dijalankan dengan mengedepankan solidaritas dan keharmonisan. Ia menyebut kepedulian terhadap persoalan Palestina berkaitan dengan nilai kemanusiaan dan ajaran agama.
“Solidaritas itu harus dalam bingkai keharmonisan. Persoalan Palestina adalah bagian paling dasar dari ajaran kita untuk membangun solidaritas, memberantas kezaliman, dan menjaga keharmonisan di muka bumi. Seluruh dalil mendorong kita untuk bergerak: dalil sejarah, dalil konstitusi, hingga dalil Al-Qur’an,” jelasnya.
Melalui Solidarity in Harmony #PelukPalestina, IZI mengajak berbagai pihak memperkuat dukungan bagi masyarakat Palestina melalui program bantuan yang menyasar kebutuhan dasar, kesehatan, dan pendidikan. Penggalangan dana lebih dari Rp2 miliar menjadi bagian dari upaya tersebut, seiring dorongan agar perhatian publik terhadap persoalan kemanusiaan Palestina terus terjaga.
Sumber: metrotvnews.com


