Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapan Lumpur Lapindo Sidoarjo Berhenti Menyembur?

| July 05, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-07-05T00:06:53Z

Alamanahjurnalis.com. Banjir Lumpur Panas Sidoarjo atau lebih dikenal sebagai bencana Lumpur Lapindo, adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran PT. Lapindo Brantas di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sejak tanggal 29 Mei 2006.

Semburan lumpur panas selama beberapa tahun ini menyebabkan tergenangnya kawasan pemukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mempengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. Semburan lumpur jika mencapai puncaknya dapat menyemburkan 180 ribu meter kubik per hari. Semburan lumpur ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Dikutip dari Joseph Story, sampai Mei 2009, PT Lapindo, melalui PT Minarak Lapindo Jaya telah mengeluarkan uang baik untuk mengganti tanah masyarakat maupun membuat tanggul sebesar Rp.6 Triliun. Lumpur menggenangi 16 desa di tiga kecamatan. Semula hanya menggenangi empat desa dengan ketinggian sekitar 6 meter, yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian.

Luapan lumpur ini juga menggenangi sarana pendidikan dan Markas Koramil Porong. Hingga bulan Agustus 2006, luapan lumpur ini telah menggenangi sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Porong, Jabon, dan Tanggulangin, dengan total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 8.200 jiwa dan tidak kurang dari 25.000 jiwa mengungsi. Tak kurang 10.426 unit rumah dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur.

Menurut Journal of the Geological Society dalam Tempo Interaktif, diperkirakan pada tahun 2037, semburan lumpur terbesar dunia ini berhenti dan membentuk kaldera yang berpusat di titik pertama semburan. (Editor : Ninik QA)
×
Berita Terbaru Update