Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Garmin Kolaborasi Fitrockr: Data Kesehatan Bisa Dimanfaatkan Peneliti

| February 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-22T19:43:57Z



Alamanahjurnalis.com -  Garmin Indonesia menegaskan bahwa smartwatch bukan sekadar aksesori atau penunjang olahraga.


Lewat Garmin Health Research Grant 2026 dan kolaborasi dengan Fitrockr, Garmin membuktikan perangkat wearable bisa menjadi sumber data kesehatan yang sahih dan dimanfaatkan dalam penelitian medis global.


Teknologi wearable kini berkembang pesat sebagai sumber data kesehatan. Garmin membuka akses ekosistem Garmin Health bagi komunitas riset dan institusi kesehatan, memungkinkan pemahaman kondisi tubuh pengguna secara lebih mendalam.


Sensor detak jantung optik pada jam Garmin seperti V enu dan Instinct digunakan oleh universitas dan institusi kesehatan dunia. Sensor ini membantu penelitian terkait kecemasan, gangguan tidur, tingkat stres, hingga pemulihan pasca-operasi.


Melalui Garmin Health Research Grant, para peneliti dapat memanfaatkan data wearable untuk studi kesehatan berbasis ilmiah. Fitrockr berperan sebagai platform analitik yang mengolah jutaan data menjadi wawasan yang bisa dipahami dokter dan peneliti.


“Banyak pengguna Garmin di Indonesia belum menyadari bahwa mereka mengenakan ‘laboratorium mini’ setiap hari. Melalui dukungan terhadap Fitrockr dan komunitas riset, kami ingin menunjukkan bahwa metrik kesehatan seperti Heart Rate Variability (HRV) dan Sleep Score bukan sekadar angka, melainkan indikator medis yang validitasnya dipercaya oleh ilmuwan global,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.


Manfaat Bagi Pengguna di Indonesia

Inisiatif ini membawa manfaat langsung bagi pengguna:


* Validasi medis: Data Garmin dapat menjadi referensi tambahan saat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, misalnya untuk gangguan tidur atau tingkat stres tinggi.

* Deteksi dini dan pencegahan: Algoritma berbasis riset meningkatkan akurasi fitur Body Battery dan Stress Tracking untuk mengenali tanda kelelahan kronis atau burnout.

* Peluang riset lokal: Universitas dan institusi kesehatan Indonesia dapat memanfaatkan ekosistem Garmin Health, misalnya meneliti dampak polusi udara terhadap kualitas tidur dan stres di kota besar.


Cara Kerja Garmin Health dan Fitrockr


Garmin menggambarkan perangkat wearable sebagai “pengumpul cerita” tubuh pengguna. Sensor merekam detak jantung, tingkat stres, aktivitas fisik, dan pola tidur.


Fitrockr menjadi “penerjemah”, mengubah data kompleks menjadi laporan yang mudah dipahami peneliti dan tenaga kesehatan.


Pembaruan algoritma berkelanjutan memastikan pengguna, termasuk pemilik perangkat lama, tetap mendapat manfaat dari peningkatan akurasi dan validasi ilmiah.


Pendekatan Kesehatan Preventif


Melalui kolaborasi ini, Garmin memperkuat komitmen pada kesehatan preventif. Pemantauan berkelanjutan memungkinkan pengguna memahami kondisi tubuh lebih dini dan membuat keputusan gaya hidup yang tepat.


Garmin berkomitmen menjadi “Teman Setia di Setiap Detak”, menjaga kesehatan pengguna tidak hanya saat berolahraga, tetapi juga selama tidur dan aktivitas harian. Dengan membuka akses riset dan mendorong kolaborasi ilmiah, Garmin berharap inovasi kesehatan berbasis data semakin relevan bagi masyarakat Indonesia.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update