Alamanahjurnalis.com - Meta sebagai perusahaan induk Facebook dan Instagram sedang mempertimbangkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawannya.
Dilansir dari TechCrunch pada Minggu (15/3/2026), PHK ini diprediksi akan berdampak pada 20 persen atau lebih dari total tenaga kerja mereka.
Rencana mengejutkan ini diambil sebagai upaya Meta untuk mengimbangi pengeluaran yang sangat masif di sektor kecerdasan buatan (AI).
Dana hasil efisiensi tersebut rencananya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur AI, akuisisi perusahaan terkait, hingga perekrutan talenta ahli di bidang tersebut.
Berdasarkan data terbaru per 31 Desember, Meta tercatat memiliki hampir 79.000 karyawan.
Jika angka 20 persen tersebut terealisasi, setidaknya ada sekitar 15.000 hingga 16.000 pekerja yang terancam kehilangan posisi mereka.
Menanggapi laporan yang beredar, juru bicara Meta memberikan pernyataan singkat yang cenderung diplomatis.
“Ini adalah pelaporan spekulatif mengenai pendekatan teoretis,” tegas perwakilan Meta.
Rencana PHK di Meta ini menambah panjang daftar perusahaan teknologi yang melakukan perampingan di tahun 2026.
Baru-baru ini, perusahaan teknologi finansial Block juga mengumumkan langkah serupa dengan alasan otomatisasi pekerjaan oleh AI.
Namun, tren ini memicu perdebatan di kalangan pengamat industri. Muncul istilah "AI-washing", sebuah kondisi di mana para eksekutif menggunakan dalih transisi ke AI sebagai kedok untuk menutupi masalah lain, seperti dampak dari perekrutan berlebihan (overhiring) selama masa pandemi.
Bahkan, CEO OpenAI Sam Altman sempat menyinggung banyak pemutusan hubungan kerja di industri teknologi saat ini sebenarnya tidak murni disebabkan oleh faktor AI.
Jika rencana ini benar-benar dilaksanakan, ini akan menjadi gelombang PHK besar ketiga bagi perusahaan milik Mark Zuckerberg itu dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Meta telah melakukan pemangkasan besar-besaran dalam dua periode. Yakni, November 2022, pemangkasan sekitar 11.000 karyawan dan Maret 2023 pemangkasan tambahan 10.000 karyawan.
Hingga saat ini, para karyawan dan pelaku pasar masih memantau perkembangan resmi terkait keputusan final manajemen Meta dalam menyeimbangkan antara kebutuhan inovasi AI dan keberlangsungan sumber daya manusia mereka.
Sumber: beritanasional.com

