Alamanahjurnalis.com - Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah, termasuk dalam bidang jurnalistik.
Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data di Badan Pusat Statistik (BPS) Setia Pramana, yang dikutip dari beritanasional.com menyampaikan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan memiliki sisi positif yang tidak terlepas dari sisi negatifnya. Sisi baiknya, AI dapat digunakan untuk pengolahan data dalam jumlah besar dengan cepat, eksplorasi data seperti menemukan pola, tren, dan anomali, serta dapat digunakan untuk mempercepat proses riset awal untuk ide berita. Negatifnya, penggunaan AI juga memiliki potensi kesalahan jika hasil kecerdasan buatan digunakan tanpa verifikasi, serta munculnya ketergantungan berlebihan pada teknologi.
Karena itu, peran wartawan tetap vital dalam jurnalistik, sementara AI hanya menjadi alat bantu untuk menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik dan cepat.
Profesor Yoav Shoham - salah satu peneliti terkemuka dunia di bidang kecerdasan buatan (AI), yang dikutip dari vietnam.vn, berpendapat bahwa hambatan terbesar yang saat ini dihadapi AI adalah sistem-sistem ini masih dapat memberikan informasi yang menyesatkan, tetapi informasi tersebut disajikan dengan sangat meyakinkan sehingga pengguna sulit mendeteksinya. Ini merupakan masalah yang sangat serius di bidang-bidang yang membutuhkan akurasi hampir absolut, seperti perawatan kesehatan, keuangan, atau hukum.
AI tetap merupakan revolusi teknologi besar, tetapi untuk pembangunan berkelanjutan, bidang ini membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati dan praktis.
(Editor: Ninik QA)


