Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menag Nasaruddin: Dunia Mulai Melirik Ekonomi Islam sebagai Solusi Tantangan Global

| April 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-23T15:11:54Z



Alamanahjurnalis.com - Di tengah ketidakpastian global yang kian kompleks, sistem ekonomi Islam dinilai semakin relevan dan menjadi alternatif yang menarik bagi dunia.


Hal ini ditegaskan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memberikan keterangan usai menghadiri forum diskusi B57+ Asia Pacific Chapter di Jakarta, Rabu (22/4/2026).


Menag menilai bahwa dinamika global saat ini masih diwarnai oleh ketimpangan dan berbagai disrupsi. Kondisi tersebut memicu banyak pihak untuk mencari sistem ekonomi baru yang lebih adil, demokratis, dan inklusif.


“Sekarang ini dunia sedang mengalami fragmentasi. Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk tetap menjaga agar ekonomi terus bergerak dan berkembang. Salah satu yang mulai dilirik adalah sistem ekonomi Islam,” ujar Nasaruddin Umar melalui siaran persnya di Jakarta pada Rabu.


Nasaruddin menjelaskan daya tarik ekonomi Islam terletak pada nilai-nilai etika dan keadilan sosial yang diusungnya. Berbeda dengan sistem konvensional, ekonomi Islam mengedepankan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kemaslahatan bersama.


Prinsip inilah yang dianggap mampu menjawab krisis kepercayaan terhadap model ekonomi saat ini. Namun, Menag menekankan bahwa penguatan sistem ini tidak boleh hanya berhenti pada teori, melainkan harus berakar pada praktik nyata di tengah masyarakat.


Salah satu strategi yang disorot Menag adalah optimalisasi peran institusi keagamaan, khususnya masjid. Berkaca pada zaman Nabi Muhammad, masjid memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi dan sosial.


“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bisa menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Namun, bukan masjidnya yang dijadikan tempat bisnis, melainkan lingkungan sekitarnya yang diberdayakan,” jelas Menag.


Ia menambahkan bahwa nilai-nilai bisnis yang dicontohkan Rasulullah merupakan bagian integral dari sejarah Islam yang sangat relevan untuk diadaptasi dalam menjawab tantangan ekonomi modern.


Menag berharap perkembangan ekonomi Islam dapat memberikan dampak positif yang luas, melampaui batas-batas agama. Menurutnya, prinsip keadilan dalam ekonomi Islam bersifat universal dan bisa dirasakan oleh siapa saja.


“Ekonomi Islam itu bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh umat manusia,” tandasnya.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update