Alamanahjurnalis.com - Kediri – Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pendidikan secara signifikan. Kini, proses belajar tidak lagi terbatas di ruang kelas formal, tetapi juga berkembang melalui komunitas, platform digital, serta kolaborasi lintas sektor.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Rizki Ameliah, menegaskan bahwa pendidikan saat ini bersifat dinamis dan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan, mulai dari kesenjangan akses belajar, kualitas pendidikan yang belum merata, hingga kebutuhan keterampilan baru di era digital.
Seiring dengan perubahan tersebut, pendidikan kini tidak lagi terpusat pada institusi formal, melainkan tumbuh secara lebih luas dan inklusif di tengah masyarakat. Berbagai pihak pun mulai memperkuat sinergi melalui ruang-ruang publik sebagai wadah pembelajaran alternatif.
Menjawab tantangan itu, Yayasan AIM hadir dengan program “Pendidikan Mandiri” yang berfokus pada penguatan literasi sosial-keagamaan berbasis komunitas. Program ini melibatkan kolaborasi antara media, lembaga sosial-keagamaan, dan pemerintah.
Kegiatan yang dijalankan meliputi penyuluhan hukum komunikasi, santunan anak yatim, serta penyelenggaraan majelis taklim. Melalui pendekatan ini, Yayasan AIM berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis pengetahuan, tetapi juga nilai sosial dan spiritual di tengah masyarakat.
(Redaksi)


