Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

ISC XVI Nasional 2026: Bukti Komitmen FAI UMS Bina Generasi Qurani

| February 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T09:58:44Z



Alamanahjurnalis.com - SURAKARTA – Penutupan kompetisi pelajar tingkat nasional yang menghadirkan ratusan peserta dari berbagai daerah berlangsung semarak di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (14/2). Kegiatan tersebut merupakan puncak rangkaian Islamic Student Competition (ISC) XVI Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS selama dua hari.


Ketua Panitia ISC XVI, Wika Thariq Fathurrahim, menyampaikan bahwa kompetisi telah berlangsung sejak Jumat (13/2) dengan partisipasi peserta yang cukup besar.


“Jumlah peserta terdata sekitar 475 siswa tingkat SLTA yang berasal dari lima provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Aceh sebagai peserta terjauh,” ujarnya.


Ia menjelaskan, ISC XVI digelar dengan total 10 cabang lomba, yakni Musabaqah Khattil Quran (MKQ), Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK), Musabaqah Syahril Quran (MSQ), Musabaqah Tilawah Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), debat Bahasa Indonesia, puisi Islami, cerpen Islami, pidato Bahasa Arab, serta Cerdas Cermat Islam (CCI).


“Peserta terbanyak ada di cabang MHQ. Alhamdulillah dari awal sampai akhir kegiatan berjalan lancar,” tambahnya.


Ia berharap pada pelaksanaan ISC mendatang jumlah peserta dan jangkauan wilayah dapat semakin luas, disertai inovasi baru berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya.


Dekan FAI UMS, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pendamping yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak hari pertama. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia mahasiswa yang dinilai mampu menyelenggarakan kegiatan secara profesional.


Menurutnya, ISC menjadi bukti bahwa FAI UMS tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membentuk mahasiswa bermental leadership.


“Dari awal sampai penutupan, semuanya ditangani mahasiswa. Ini menunjukkan ada ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh dan mengembangkan kemampuan kognitif maupun psikomotorik,” ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Dekan FAI juga mengajak para peserta untuk melanjutkan studi di FAI UMS. Ia menyampaikan adanya beasiswa khusus bagi juara satu, dua, dan tiga apabila melanjutkan studi di program studi yang ada di FAI, di samping skema beasiswa lain yang telah tersedia.


Adapun program studi yang ditawarkan meliputi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Hukum Ekonomi Syariah (HES). Ia mempersilakan peserta untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan pimpinan program studi terkait mekanisme beasiswa dan pendaftaran.


“Selamat kepada para juara. Yang belum juara tetap terus berkembang, karena hidup adalah proses tumbuh dan berkembang. Ini hanya salah satu stasiun dalam perjalanan panjang kehidupan,” pesannya sebelum menutup acara secara resmi.


Momentum penutupan semakin meriah dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dari seluruh cabang lomba, mulai dari MTQ, MSQ, MKQ, MQK, MHQ, cerpen Islami, pidato Bahasa Arab, puisi Islami, CCI, hingga debat Bahasa Indonesia.


Salah satu peraih juara 1 lomba pidato Bahasa Arab adalah Atha Syarif dari KMI Ibnu Abbas Klaten. Ia tampil memukau dengan metode orasi bertema Bahasa Arab sebagai identitas Islam.


Atha mengungkapkan bahwa pengalamannya mengikuti ISC di UMS menjadi kesan tersendiri dan membuka wawasannya tentang dunia perguruan tinggi, khususnya di lingkungan Fakultas Agama Islam.


Ia mengaku semakin mantap untuk melanjutkan studi di bidang Pendidikan Agama Islam dan menaruh minat untuk bergabung di Program Studi PAI UMS. Menurutnya, PAI UMS memiliki reputasi baik dan didukung oleh jejaring alumni yang inspiratif.


“Saya Insyaallah ingin lanjut ke program studi agama Islam. Kalau melihat PAI UMS, menurut saya cukup bagus, apalagi ada kakak kelas saya yang juga kuliah di sini,” ujarnya.


Ia juga menyebut prestasi seniornya menjadi motivasi tersendiri untuk mengikuti jejak tersebut. Pengalaman pertama berlomba di UMS sekaligus meraih juara menjadi dorongan kuat baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus tersebut.


Dengan berakhirnya ISC XVI Nasional 2026, FAI UMS tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menumbuhkan minat generasi muda untuk melanjutkan studi di bidang keislaman, khususnya di Program Studi PAI UMS. (Yusuf/Humas)


Sumber: ums.ac.id

×
Berita Terbaru Update