Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis RAM Akibat AI: Pengiriman Gadget Dunia Diprediksi Anjlok, Selamat Tinggal HP Murah

| February 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T18:30:48Z


Alamanahjurnalis.com - Firma riset industri International Data Corporation (IDC) memprediksi pengiriman ponsel pintar (smartphone) global akan merosot tajam hingga 12,9 persen tahun ini. Penurunan ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam lebih dari satu dekade terakhir.


Penyebab utamanya adalah lonjakan kebutuhan komputer dan pusat data untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini memicu kelangkaan stok RAM secara besar-besaran yang pada akhirnya mendongkrak harga memori di pasar global.


Pada 2025, produsen tercatat mengirimkan 1,26 miliar perangkat. Namun, akibat krisis ini, angka tersebut diperkirakan menyusut drastis menjadi hanya 1,12 miliar unit pada 2026.


Tak hanya stok yang menipis, dompet konsumen akan ikut terimbas. Direktur Riset Senior IDC Nabila Popal mengungkapkan harga eceran rata-rata smartphone diproyeksikan melonjak 14 persen hingga menyentuh rekor USD523 (sekitar Rp8,2 juta).


"Krisis memori ini bukan sekadar penurunan sementara, melainkan sebuah penataan ulang struktural bagi seluruh pasar," jelas Popal dalam pernyataan resminya yang diterima di Jakarta pada Jumat (27/2/2026).


Nasib HP Murah di Ujung Tanduk

Dampak paling memprihatinkan akan dirasakan oleh segmen ponsel kelas bawah. Kenaikan biaya komponen yang sangat tinggi membuat produksi ponsel pintar dengan harga di bawah USD100 (sekitar Rp1,5 juta) dianggap menjadi tidak ekonomis secara permanen.


Kondisi ini diprediksi akan memaksa sejumlah pemain kecil keluar dari pasar, sedangkan vendor yang fokus pada perangkat murah akan menghadapi penurunan pengiriman yang sangat tajam. 


Hal senada sempat diperingatkan oleh CEO Nothing Carl Pei yang menyebut model bisnis "spesifikasi tinggi harga murah" tidak lagi berkelanjutan pada 2026.


Beberapa wilayah di dunia akan merasakan kontraksi pasar yang lebih parah dibandingkan wilayah lainnya Timur Tengah dan Afrika diprediksi turun lebih dari 20 persen. Asia-Pasifik selain Jepang diperkirakan turun 13,1 persen. China juga mengalami penurunan 10,5 persen.


Meskipun situasi saat ini terlihat sulit bagi produsen dan konsumen, IDC memperkirakan bahwa harga RAM baru akan mulai stabil pada pertengahan tahun 2027.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update