Alamanahjurnalis.com - Jawa Timur – Sinergi antara insan pers, Yayasan Al Amanah Ied Mubarok, dan pemerintah daerah menjadi kekuatan strategis dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan umat. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat penyebaran informasi yang edukatif, tetapi juga menghadirkan program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat di berbagai sektor.
Peran pers sebagai pilar keempat demokrasi menjadi elemen penting dalam mengawal transparansi pembangunan. Media diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, menyampaikan informasi yang akurat, sekaligus memberikan edukasi publik mengenai program pembangunan, sosial, dan keagamaan yang dijalankan secara kolaboratif.
Yayasan Al Amanah Ied Mubarok hadir dengan komitmen kuat dalam bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS), yayasan berperan aktif dalam membantu masyarakat kurang mampu, memperkuat ketahanan sosial, serta mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menciptakan kebijakan yang mendukung kolaborasi lintas sektor. Sinergi dengan pers dan lembaga sosial seperti Yayasan Al Amanah Ied Mubarok diyakini mampu mempercepat penyampaian program pembangunan sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam pembangunan nasional. Dengan menggabungkan kekuatan informasi dari pers, aksi sosial dari yayasan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah, tercipta ekosistem pembangunan yang lebih solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, diharapkan sinergi ini terus diperkuat melalui program bersama yang berkelanjutan, seperti edukasi masyarakat, pelatihan jurnalistik berbasis pemberdayaan, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta penguatan ketahanan ekonomi dan spiritual masyarakat. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan kesejahteraan sosial yang berkeadilan.
(Redaksi)

