Alamanahjurnalis.com - Presiden Prabowo menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Rabu (11/3/2026).
Dilansir dari beritanasional.com, salam sambutannya, Prabowo mengatakan pemerintah akan menjalankan program elektrifikasi nasional dengan memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan, terutama tenaga surya dan geotermal.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat transformasi sektor energi nasional melalui pengembangan energi terbarukan dengan menargetkan 100 gigawatt tenaga surya sebagai alternatif sumber energi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Dalam kesempatan ini juga, Presiden Prabowo menyampaikan kepuasannya terhadap kinerja Danantara selama satu tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan dalam pengelolaan aset.
Menurut Prabowo, tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) lembaga tersebut meningkat tajam sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya yakni sudah naik lebih dari 300 persen.
Prabowo menilai, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah membentuk Danantara untuk mengonsolidasikan pengelolaan perusahaan negara berada di jalur yang tepat.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, Prabowo menilai kinerja Danantara masih perlu terus ditingkatkan. Ia menyebut perusahaan yang sehat seharusnya memiliki tingkat pengembalian aset minimal 10 persen.
Dalam pidatonya Prabowo juga menyoroti kompleksitas pengelolaan oleh perusahaan yang terkait dengan BUMN yang tersebar di lebih dari seribu entitas.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berencana menunjuk utusan khusus untuk ditempatkan mengawasi BUMN agar pengelolaan kekayaan negara bisa lebih ketat dan terkontrol untuk menjaga badan ini sebagai sovereign wealth fund Indonesia.
Pengawasan Danantara akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dewan Pengawas, para menteri koordinator, BPK, BPKP, Kejaksaan, polisi, hingga Panglima TNI.
Editor: Ninik Qurotul Aini

