Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Panglima TNI Perintahkan Siaga 1 untuk Seluruh Prajurit, Ini Tujuan di Baliknya

| March 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-08T22:07:17Z



Alamanahjurnalis.com - Belakangan ini media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya surat telegram (ST) siaga tingkat satu bagi seluruh jajaran TNI imbas memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang dikeluarkan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto.


Perintah siaga 1 itu tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun dengan tembusan Jenderal Agus Subiyanto pada 1 Maret 2026.


Atas hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan instruksi tersebut dikeluarkan sesuai amanat tugas pokok dalam Undang-Undang TNI.


“Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara,” kata Aulia saat dikonfirmasi dikutip Minggu (8/3/2026).


"Perlu saya sampaikan bahwa sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara," imbuh dia.


Aulia menjabarkan amanat itu harus dijalankan seluruh unsur kekuatan TNI secara profesional dan responsif. Dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap dalam operasional tugas.


Terlebih kondisi memanasnya konflik di timur tengah, harus segera disikapi TNI untuk mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional.


“Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan Apel pengecekan kesiapan secara rutin,” jelasnya.


Berikut tujuh instruksi Panglima TNI yang tertuang dalam surat telegram siaga 1 menyikapi perkembangan situasi di Timur Tengah yang dikeluarkan sejak 1 Maret 2026 sampai waktu tidak ditentukan: 


1.Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI siagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di objek vital strategis, pusat perekonomian, bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta, terminal bus, hingga kantor perusahaan listrik negara (PLN) dll.


2.Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.


3.Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan atase pertahanan RI di negara yang terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi WNI jika diperlukan. BAIS juga diminta agar berkoordinasi dengan Kemlu RI, KBRI hingga otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah.


4.Kodam Jaya diminta melaksanakan patroli di tempat-tempat objek vital strategis dan kawasan kedutaan besar di wilayah Jakarta guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.


5.Satuan intelijen TNI juga diperintahkan melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di objek vital serta kawasan kedutaan.


6.Seluruh badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diminta melaksanakan kesiapsiagaan di satuan masing-masing


7.Setiap laporan perkembangan situasi yang terjadi harus segera dilaporkan kepada Panglima TNI.


Sumber: beritanasional.com

×
Berita Terbaru Update