Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Itjen Kemenag Dampingi Penyelenggaraan Mu’tamad 2026

| November 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-02T02:17:49Z


Alamanahjurnalis.com -— Pesantren terus memperluas perannya dalam pengembangan keilmuan Islam dan kontribusi bagi peradaban dunia. Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan Konferensi Internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, 29–30 Oktober 2026.


Dalam kegiatan ini, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama turut melakukan pemantauan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.


Mengangkat tema “Menuju Pesantren Transformatif dalam Studi Islam, Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia”, Mu’tamad 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Forum internasional ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, serta mahasantri Ma’had Aly dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.


Inspektur I Itjen Kemenag, Ahmadun, mengatakan kehadiran Itjen merupakan bagian dari fungsi pengawasan internal dalam memastikan kegiatan strategis Kementerian Agama terlaksana sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.


“Mu’tamad 2026 memiliki nilai strategis dalam memperluas kontribusi pesantren dan Ma’had Aly di tingkat internasional. Karena itu, pelaksanaannya perlu dipastikan berjalan dengan baik agar tujuan kegiatan dapat tercapai,” ujar Ahmadun di Kediri, Jumat (30/10/2026).


Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan serta memastikan berbagai aspek penyelenggaraan berjalan sesuai dengan rencana.


“Kami ingin memastikan kegiatan ini berjalan sesuai rencana, sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan pesantren,” tegasnya.


Dalam konferensi tersebut, tradisi keilmuan pesantren yang berakar pada literatur klasik atau turats dipertemukan dengan metodologi penelitian kontemporer. Forum ini membuka ruang bagi para peserta untuk bertukar gagasan, mempresentasikan hasil penelitian, serta memperkaya perspektif dalam menjawab berbagai isu keislaman dan kemanusiaan.


Mu’tamad 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset di lingkungan Ma’had Aly. Pengembangan tradisi penelitian dan publikasi ilmiah diharapkan semakin membuka ruang bagi karya-karya akademik pesantren untuk dikenal dan berkontribusi dalam diskursus keilmuan internasional.


Pimpinan Ma’had Aly Lirboyo, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, menyambut konferensi ini sebagai kesempatan bagi pesantren untuk memperluas interaksi akademik di tingkat internasional. Menurutnya, keterbukaan terhadap perkembangan keilmuan global harus tetap berjalan seiring dengan penjagaan karakter dan tradisi pesantren, termasuk sanad keilmuan, keikhlasan, dan pembentukan akhlakul karimah.


Kehadiran akademisi dan peneliti dari berbagai negara juga memberikan kesempatan bagi mahasantri untuk mengembangkan kapasitas akademik sekaligus membangun jejaring keilmuan lintas negara. Forum ini memperlihatkan bahwa tradisi intelektual pesantren terus berkembang dan memiliki ruang untuk memberikan kontribusi dalam menjawab tantangan kemanusiaan serta peradaban masa kini.


Bagi Itjen Kemenag, pemantauan Mu’tamad 2026 merupakan bagian dari komitmen pengawasan internal dalam mengawal pelaksanaan program Kementerian Agama. Dengan memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana, Itjen turut mendukung terselenggaranya program strategis yang memberikan manfaat bagi pengembangan pesantren dan pendidikan Islam di Indonesia.


Sumber: kemenag.go.id

×
Berita Terbaru Update